JEMAAT YOHANES


JEMAAT YOHANES

Latar belakang Injil Yohanes adalah sebuah sejarah dari komunitas Kristen tertentu dalam abad pertama. Komunitas Kristen tersebut dapat dibagi dalam tiga tahap. Pertama, komunitas Yohanes merupakan bagian dari sinagoga Yahudi. Kepercayaan yang dianut tidak jauh berbeda dengan bentuk iman Yahudi. Mereka melihat Yesus sebagai Mesias yang datang membawa pengharapan, baik kepada orang Yahudi maupun orang Kristen. Kedua, mulai terjadi pemisahan orang Kristen dari sinagoga Yahudi. Pemisahan tersebut dilakukan karena karya orang Kristen terus berkembang, sehingga mengancam kedudukan para pemimpin sinagoga. Di samping itu, kehancuran Kenisah Yerusalem juga menjadi salah satu faktor pemisahan tersebut. Kehancuran ini menimbulkan suatu krisis identitas bangsa Yahudi yang mengakibatkan pengusiran para pengikut Yesus dari beberapa sinagoga (Yoh. 9:12; 12:42 dan 16:2). Pengusiran tersebut menimbulkan trauma besar bagi orang Kristen. Dalam keadaan ini, Injil Yohanes ditulis untuk memberikan keyakinan dan jaminan kepada jemaat Kristen yang berada dalam ketidakpastian akibat pengusiran tersebut. Ketiga, ketika krisis akibat pengusiran dari sinagoga telah berhenti, komunitas Kristen menjadi jemaat yang independen. Dalam keadaan ini timbul beberapa konflik internal seperti interpretasi iman dan praktek hidup. Hal ini kemudian mengakibatkan hubungan dengan komunitas-komunitas Kristen yang lain menjadi penting (Lih. Yoh. 21).[1] Itulah dinamika kehidupan beriman yang terjadi dalam jemaat Yohanes.


[1] Bdk. A.S. Hadiwiyata, Tafsir Injil Yohanes, Kanisius, Yogyakarta 2008, 8-9.

Komentar

Postingan Populer